Masa Akhir PSBB Kota Makassar Merujuk Pada Perwali Baru

0
13

REGIONALSULAWESI.ID, Makassar – Imam Hud S.Ip, M.Si‎ Kasatpol PP Kota Makassar mengatakan, bahwa sekarang ini sudah jelas ada Perwali Baru dan‎ semua yang dilakukan oleh Satpol PP merujut pada Perwali Baru dan tugas utama adalah memberi sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat yang mengunjungi tempat umum‎.

Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Makassar telah berakhir pada Jum’at (22/05/2020), di posko Covid-19 pada malam pukul 12.00 WITA.‎

Selanjutnya melakukan pengawasan terhadap pusat-pusat dari keramaian dalam pelaksanaan protokol kesehatan, seperti di Pasar, Mall, dan Toko-Toko mulai dapat di buka kembali tetapi‎ di situ ada Satpol-PP pantau dan patroli.

Para Satpol-PP di tempatkan mendampingi petugas Mall sendiri, karena mungkin ada yang tidak di pahami oleh para pengunjung, “kalau bisa juga wajib menyiapkan alat pencuci tangan dan hand sanitizer”, katanya.

Maka setiap saat, lanjutnya, anggota kami akan berjaga di dalam Mall melakukan himbauan untuk menjaga jarak pada tempat yang di perbolehkan, juga harus selalu memakai masker pada tempat-tempat umum.

Yang jelas pada karyawan itu wajib mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan oleh Perwali termasuk dalam men-screening

Jumlah personil yang di turunkan oleh Satpol-PP ada 1.100 orang dan semuanya terdiri dari Satpol-PP Wanita supaya dapat dilakukan pendekatan secara humanis kepada masyarakat umum dan‎
Perwali Nomor 31 terkait protokol kesehatan dan membuka usaha-usaha pada Kota Makassar‎.

“Sekarang sudah ada Perwali Baru Nomor 31 Tahun 2020, jadi semua yang dilakukan oleh Satpol-PP merujuk pada Perwali Baru”, ujarnya.

Tugas utama adalah‎ Satpol-PP melakukan pengawasan terhadap pusat-pusat keramaian untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Misalnya, keberadaan pengunjung dan penjual di pasar harus pakai masker dan demikian juga di tempat-tempat umum, itulah yang kami bersama-sama di tempat-tempat yang memungkinkan banyak orang datang, seperti di Mall dimana protap Satpol-PP ada disitu sama Dinas Kesehatan
mendampingi petugas Mall sendiri.

“Karena, kan secara operasional sendiri 
Mungkin ada yang kurang di pahami 
oleh orang-orang Mall. Makanya setiap beberapa saat anggota kami itu keliling di dalam Mall menyampaikan himbauan untuk menjaga jarak. Jadi tempat-tempat di perbolehkan, itukan sudah bisa mi toh, tapi tetap jaga jarak. Jelas bagi karyawan wajib taati protokol screening untuk kesehatannya semua”, tuturnya.

Makanya, semua tokoh-tokoh yang ada orang datang itu untuk dirinya sendiri. Wajib pakai masker, kemudian menyiapkan hand sanitizer.

Sedangkan  jumlahnya 1.100 orang, Satpol-PP linmas terbagi di beberapa Kecamatan untuk menyesuaikan. Kemudian di tambah dari kami Balaikota sekitar 200 orang yang mem-backup, tapi kita mengutamakan Satpol-PP perempuan untuk menyampaikan secara humanis, “Tabe pak atau ibu… tolong pake masker, supaya lebih aman dan sopan”, katanya.

“Syaratnya Perwali itu standar protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak. Misalnya, tabe’ ini Warkop tadinya itu sepuluh kursi, enam mami toh tetap berjualan namun perhatikan jarak”, jelas‎nya.

(pls/kim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here