REGIONALSULAWESI.ID| Makassar- Musrenbang Kelurahan merupakan proses musyawarah masyarakat tentang pembangunan dilingkungan Kelurahan yang dilaksanakan guna untuk mendapatkan suatu kesepakatan di antara masyarakat di setiap daerah yang akan di adakan pembangunan.

Menurut Andi Awaluddin Sekretaris LPM mengatakan, bahwa kebetulan Virtual ini karena hanya metodenya saja tetapi secara filosofi  prinsip tetap bahwa hak masyarakat untuk mendapat pembangunan dan itu di jamin oleh konstutusi negara kita Indonesia, Rabu (13/01/2021) saat di temui di Kantor Kelurahan Tamalanrea Indah.‎

Maka musrembang ini wajib di laksanakan sesuai dengan Undang-Undang 25 tahun 2004 tentang Pembangunan Nasional.

Secara prinsip ada di situ kebetulan karena pandemik ini maka metode yang di gunakan ialah virtual atau tetapi tidak sampai di sini akan tetap di lakukan konsolidasi-konsolidasi dalam rangka kesepakatan-kesepakatan. 

Musrembang itu adalah musyarawah apa yang di sepekati tentu di prioritas mana yang paling mendasar dari kebutuhan masyarakat yang ada di suatu wilayah kelurahan.

Kita tahu bahwa kegiatan pembangunan tidak bisa satu kali saja tentunya di lakukan secara bertahap makanya di butuhkan musyawarah seperti ada RW (Rukun Warga) yang tidak mendapatkan kegiatan pembangun di tahun lalu maka di tahun ini kita proritaskan dia supaya mendapatkan.

Mudah-mudahan dapat didengar dan di terima oleh para pemangku kepentingan yang lebih tinggi karena Musrembang ini adalah perencanaan partisipatif dan nanti akan berlanjut pada perencanaan teknogratik oleh SKPD sehingga ada perencanaan politisnya.

Saya harap mudah-mudahan ada keberpihakan dan objektivitas melihat karena kita tahu bahwa kelurahan Tamalanrea Indah ini berada pada wilayah sungai Tello, otomatis itu problemnya itu langganan banjir tentunya ini dapat teratasi dengan kegiatan pembangunan.

Ada pun tambahan,  Akmal, Plt. Seklur (Sekretaris Lurah) Kelurahan Tamalanrea Indah mengatakan, bahwa dari kegiatan Musrembang kali ini yang di laksanakan secara virtual.

‎”Jadi semua usulan dari RT dan RW tetap kita terima kita juga tetap memproritaskan kedepannya sebelumnya itu dari kelurahan Tamalanrea Indah”, katanya.

Lanjutnya, kalau saja tidak covid-19 itu semua program yang telah di rencanakan pada tahun 2020 bisa kita programkan pada tahun 2021.

Namun karena Covid-19  sehingga anggaran dipotong dan seperti kemarin program infrastuktur yang tidak berjalan, hanya beberapa dana kelurahan yang kita gunakan sementara yang berjalan itu hanya pemberdayaan masyarakat saja.

“Saya berharap, bahwa mudah-mudahan Pandemik Covid cepat selesai dan anggaran tersedia sehingga hasil usulan Musrembang dari tahun 2020 kita akan akomodir pada tahun 2021”, katanya.

(pls/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini