REGIONALSULAWESI.ID| Makassar- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mulai mengirimkan peringatan virtual ke sejumlah akun media sosial yang mengungah konten yang berpotensi tindak pidana. Ini dilakukan untuk mewujudkan Polri yang lebih humanis dengan mengedepankan pencegahan penyebaran hoax dan ujaran kebencian daripada penindakan.

Langkah ini sejalan dengan surat edaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang kesadaran budaya beretika dalam dunia digital. Salah satu poin surat edaran itu terkait langkah damai di kasus UU ITE yang harus diprioritaskan penyidik demi dilaksanakan restorative justice.

Restorative justice menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. E. Zulpan juga telah terdapat dalam program Virtual Police. Artinya, penindakan itu bersifat ultimum remedium, atau upaya terakhir yang dilakukan kepolisian.

Kombes Pol. E. Zulpan mengatakan, patroli siber di media sosial mengawasi konten-konten yang terindikasi mengandung hoax serta hasutan di berbagai platform, seperti di Facebook, Twitter, dan Instagram. Jika ada akun media sosial yang mengunggah konten yang berpotensi tindak pidana, tim patroli siber akan mengirimkan peringatan melalui DM (Direct Message).

Tim patroli siber ini, telah meminta pendapat ahli pidana, ahli bahasa, maupun ahli ITE sebelum memberikan peringatan virtual ke terduga pelanggar UU ITE. Dengan demikian, peringatan virtual itu dilakukan berdasarkan pendapat ahli sehingga bukan pendapat subjektif penyidik kepolisian.

Selanjutnya tim patroli siber akan mengirim pesan berupa DM berupa peringatan. Di dalam pesan tersebut disampaikan bahwa konten itu mengandung pelanggaran atau hoax.

ilustrasi detikcom

“Marilah kita bermedsos yang baik dengan kemajuan teknologi saat ini, tetap hati-hati serta bijaklah bermedsos dan pastikan menshare itu bertanggungjawab. Kemudian tidak perlu kita melakukan hal-hal yang merusak atau menyerang personal yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, maka berhati-hatilah bermedia sosial namun tidak perlu takut karena ruang gerak masyarakat bermedia sosial tidak dibatasi,” terangnya, Jum’at lalu (26/2/2021) pada regionalsulawesi.id.

(pls/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini