REGIONALSULAWESI.ID| Polisi Siber Sudah Mulai Beroperasi, Beginilah Mekanisme Kerjanya

  1. Penemuan unggahan
    Polisi menemukan unggahan tulisan/gambar yang berpotensi melanggar pasal pidana.
  2. Penyimpanan bukti
    Petugas menggunakan fitur tangkapan layar (screenshot) untuk menyimpan unggahan sebagai bukti.
  3. Berkonsultasi dengan ahli
    Polisi Siber berkonsultasi dengan tim ahli yang terdiri ahli pidana, ahli bahasa dan ahli Informasi serta Transaksi Elektronik (ITE).
  4. Pengajuan pidana
    Bila dinyatakan bahwa unggahan mengandung unsur pelanggaran pidana, kasus diajukan kepada Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
  5. Peringatan
    Peringatan dilayangkan kepada pemilik akun yang bersangkutan.
  6. Penjagaan privasi
    Peringatan dikirim melalui pesan langsung ( direct message ) agar pemilik akun tidak merasa terhina.
  7. Penghapusan unggahan
    Pemilik akun diminta oleh petugas untuk menghapus unggahan dalam kurun waktu 1×24 jam.
  8. Peringatan terakhir
    Pemilik akun diberi dua kali peringatan. Bila pemilik akun tetap tidak menghapus unggahannya, pemilik akun akan dipanggil untuk klarifikasi.
  9. Penindakan
    Pemilik akun ditetapkan sebagai tersangka dan akan ditindaki sebagai pelanggar UU ITE.

Itulah sembilan tahap mekanisme kerja Polisi Siber yang dipublikasikan kepada masyarakat luas, khususnya bagi yang cukup aktif di dunia maya.

(sp/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini