REGIONALSULAWESI.ID| Kendari- Musrembang Regional Sulawesi secara resmi digelar di Kendari Sulawesi Tenggara pada hari Senin (19/04/2021) yang dihadiri oleh enam Gubernur se-Sulawesi.

Gubernur yang hadir dalam acara ini adalah Gubernur Sultra, Ali Mazi, Plt Gubernur Sulsel (Wakil Gubernur), Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar. Sementara Gubernur Gorontalo diwakili oleh Kepala BPK Dwi Sabardiana dan Gubernur Sulawesi Utara, selaku Ketua Dewan Pembina BKPRS diwakili Kepala Bappeda Liny Anna Maria Tambajong.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan musrembang ini untuk membahas hal-hal penting dan strategis di Sulawesi.

“Forum Musrembang Regional Sulawesi adalah sebagai media komunikasi dan koordinasi para gubernur se-Sulawesi. Serta untuk membahas sinergitas pembangunan berdasarkan potensi masing-masing daerah, ” katanya.

“Pencapaian pembangunan di Sultra sempat terhambat karena adanya pandemi. Ada banyak kendala selama perjalanannya, ” sambung Ali Mazi.

Selain itu, menurut orang nomor satu di Bumi Anoa ini menyebutkan, tujuan utama Musrembang kali untuk memberikan penguatan dan dorongan dalam kebersamaan pembangunan yang sifatnya strategis di Sulawesi.

“Kita semua dapat memantapkan kembali program lintas wilayah dan dimantapkan pada Musrembang mendatang, ” tukasnya.

Selanjutnya, Mendagri diwakili Suhajar Diantoro selaku Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri mengatakan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi sekitar 7,3 dan minimal 6,9 persen.

Untuk beberapa daerah ada beberapa usulan yang bakal diakomodir pada Rencana Kerja dan Anggaran tahun 2022.

“Untuk Sultra yang terakomodir ada enam usulan pada rencana RKA 2022 mendatang, ” bebernya.

Keenam usulan tersebut adalah fokus utama pembangunan pada bidang pertanian, budaya dan perindustrian.

Untuk isu startegi di Sulawesi saat ini adalah konektivitas, peningkatan produktivitas tanaman pangan, penanggulangan bencana, peningkatan kualitas lingkungan hidup, pemulihan ekonomi dan revisi tata ruang pulau Sulawesi.

Sultra dengan anggaran terendah penanganan Covid-19 yakni Rp.16,88 miliar, belanja kesehatan Rp.12,66 miliar dan penanganan dampak ekonomi Rp.4,23 miliar. Untuk yang tertinggi pada penanganan Covid-19 adalah Sulbar Rp 88,44 miliar di luar belanja kesehatan, pendidikan maupun penanganan dampak ekonomi.

Musrembang Regional Sulawesi mengimplementasikan Satu Sulawesi membangun bersama.

(sp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here