SULSEL | regionalsulawesi.id– Sekjen Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto Periode 2021-2026, Abdul Rachmat Noer mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, dimana Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Karalloe. Walaupun terletak di Kabupaten Gowa, tapi bendungan ini akan banyak mendatangkan manfaat bagi warga Jeneponto.

Mungkin sekitar 80 persen keberadaan bendungan ini akan dinikmati warga Jeneponto. Tahun 2013 lalu, infrastruktur ini sempat mangkrak pembangunannya karena persoalan pembebasan lahan dan terbentur di anggaran.

Alhamdulillah pada 2016, Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian kala itu berkunjung ke lokasi bendungan bersama Bupati, Dandim, dan Kapolres mengecek langsung.

Pada saat itu, Amran Sulaiman memberi keyakinan kepada pemerintah Jeneponto, proyek ini harus jalan dan Kementerian Pertanian telah menyelesaikan anggarannya.

“Nah, Pak Amran meminta pemerintah Jeneponto segera menyelesaikan pembebasan lahan tersebut. Saya harus katakan, peran Pak Amran cukup strategis sehingga hari ini Bendungan Karalloe diresmikan presiden,” ujar Abdul Rachmat Noer.(24/11).

Lanjut Sekjen PP KKT ini, karena tanpa campur tangan beliau dan langsung terjun ke lapangan, saya kira akan sulit melihat Bendungan Karalloe ini beroperasi sebagaimana yang kita lihat hari ini.

Keberadaan bendungan ini sangat strategis, karena bisa mengaliri sawah di dua kabupaten sekaligus, yakni Gowa dan Jeneponto.

“Jeneponto sangat membutuhkan bendungan ini untuk meningkatkan produktifitas pertaniannya. Karena sebagian wilayah Jeneponto termasuk daerah yang sulit air. Sehingga bendungan ini sangat dibutuhkan, khususnya petani,” pungkasnya.

(**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini