Siswi SMA Islam Athirah Bukit Baruga juara ketiga cabor karate se-Sulsel.

Juara Ketiga Cabor Karate se-Sulsel, Siswi SMA Islam Athirah Bukit Baruga Harumkan Sekolahnya

Diposting pada

MAKASSAR | regionalsulawesi.id-Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Athirah Bukit Baruga berhasil menjadi juara ketiga pada kejuaraan karate se-Sulawesi Selatan.

Siswi itu bernama Nayla Rahma, duduk di bangku kelas X 5 itu mampu mengharumkan sekolah milik Yayasan Hadji Kalla.

Usianya masih sangat muda namun Nayla sapaannya telah mencetak sejumlah prestasi di cabang olahraga bela diri karate.

“Alhamdulillah ini tidak terlepas peran dari sekolah dan kedua orang tua yang memberi ruang untuk ikut berlatih sejak usia 6 tahun,” tutur Nayla, Selasa (27/9/2022).

Lebih lanjut, dia menjelaskan persiapan untuk mengikuti event itu dengan berlatih sungguh sungguh.

“Saya terus berlatih dan selalu disiplin untuk mengikuti arahan dari pelatih,” ujar siswi yang tergabung dalam eskul karate SMA Islam Athirah Bukit Baruga itu.

Sementara itu, Pelatih Eskul Karate SMA Islam Athirah Bukit Baruga Fuad bersyukur atas keberhasilan yang diperoleh anak didiknya di SMA Islam Athirah Bukit Baruga.

“Untuk meraih prestasi memang bukan hal yang mudah, dan Alhamdulillah dengan semangat, kerja keras dan fokus Athirah Karate Club dapat menghasilkan prestasi dapat membanggakan sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, keberhasilan melatih anak didiknya dengan memberikan latihan fisik dan mental yang bervariasi akan membuat siswa bisa merasa nyaman saat latihan dan fokus.

“Untuk tips selain fokus, siswa juga diberi latihan fisik dan mental dalam bentuk games dan lainnya, sehingga mereka merasa nyaman saat latihan dan tidak terbebani untuk pertandingan yang akan datang,” pungkasnya.

Diketahui, Nayla Rahma telah mencetak sejumlah juara di cabang olahraga karate sebanyak empat kali. Masing-masing satu kali juara dua dan tiga kali juara tiga.

 

Citizen Reporter: Muhammad Syafitra.

Portal berita bernama regionalsulawesi.id dengan tagline; Tajam Sudut Pandang Dunia