Pemberdayaan Wanita Tani Kopi melalui Pembentukan Kampung "Wonder Coffee" di Dusun Durjo Kabupaten Jember pada hari Sabtu - Minggu lalu (24-25/9/2022).
Pemberdayaan Wanita Tani Kopi melalui Pembentukan Kampung "Wonder Coffee" di Dusun Durjo Kabupaten Jember pada hari Sabtu - Minggu lalu (24-25/9/2022).

Tim PKM Unesa Beri Pelatihan ke Wanita Tani di Kampung Wonder Coffee 

Diposting pada

SURABAYA | regionalsulawesi.id– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan pemberdayaan Wanita Tani Kopi melalui Pembentukan Kampung “Wonder Coffee” di Dusun Durjo Kabupaten Jember pada hari Sabtu – Minggu lalu (24-25/9/2022).

Mereka yang terlibat adalah dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang diketuai Rediyanto Putra SE MSA dan beranggotakan Moh Danang Bahtiar SPd MPd Paramitha Nerisafitra SST MKom dan Ambar Kusumaningsih SE Ak MA. Tim PKM  memberikan pelatihan selama 6 bulan mulai dari Juli sampai Desember 2022 dengan beberapa materi tentang kewirausahaan, informasi teknologi dan produk olahan kopi.

Ketua Tim PKM Unesa, Rediyanto Putra mengatakan, memilih kabupaten Jember sebagai sasaran pengabdian kepada masyarakat karena kabupaten ini mengalami perkembangan produksi kopi di Jatim, pada tahun 2017 paling signifikan dengan pertumbuhan lebih dari 4 kali lipat dari 4.000 ton per tahun menjadi 18.000 ton per tahun.

“Perkembangan pertumbuhan kopi di Jember semakin tinggi karena semakin banyak usaha tani kopi yang berkembang di Kabupaten Jember dalam menghasilkan produk kopi bubuk,” kata Rediyanto dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2022).

Redi menjelaskan, kelompok usaha tani kopi mengalami produksi dalam jumlah yang besar adalah kelompok usaha tani kopi Sumber Kembang Jember.

“Usaha tersebut memiliki potensi dan keunggulan untuk mengalami perkembangan dalam usahanya. Selain itu, Tim PKM ini memberikan pelatihan kepada ibu-ibu yang tergabung di kelompok tani kopi masih belum memiliki tingkat ekonomi baik,” ungkapnya.

Menurutnya, ibu-ibu kelompok tani ini dijadikan sebagai pekerjaan pengolahan hasil biji kopi menjadi pekerjaan utama, padahal proses pengolahan kopi hanya terjadi saat musim panen saja, yaitu setahun dua kali.

“Ketika tidak berada pada musim panen maka wanita tani ini tidak mempunyai pekerjaan lainnya. Selain itu, kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja mitra juga masih perlu ditingkatkan untuk menunjang proses produksi yang bersih, lancar dan baik,” kata Rediyanto.

Rediyanto menambahkan, pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha wanita tani, kebersihan, dan kesehatan lingkungan kerja mitra.

“Kegiatan ini mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi wanita tani kopi dengan melakukam ekspor produk kopi dan lainnya,” pungkasnya. 

Portal berita bernama regionalsulawesi.id dengan tagline; Tajam Sudut Pandang Dunia